Sejarah Singkat

Lapas Pemuda Lama

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Tangerang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia, tanggal 16 Desember 1983 Nomor : M.03.UM.01.06 Tahun 1983 Tentang Penetapan Lembaga Pemasyarakatan Tertentu Sebagai Rumah Tahanan Negara. Dalam Lampiran II dari Surat Keputusan tersebut Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang disamping ditetapkan sebagai Lapas, juga sebagian ruangannya ditetapkan  sebagai Rumah Tahanan Negara (Rutan).

Seperti diketahui bahwa Lapas merupakan tempat untuk melakukan pembinaan terhadap pelanggar hukum yang sudah diputus oleh Hakim dan sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. Sedangkan Rutan adalah tempat yang diperuntukan bagi pelanggar hukum yang masih dalam proses peradilan baik dalam tahapan penyidikan, penuntutan ataupun mereka yang dalam proses pemeriksaan di Pengadilan.

Dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan  tanggal 26 Juni 1985 Nomor E.PS.01.10. 10-116 Tentang Penempatan Narapidana, Anak Negara  dan Anak Sipil, dinyatakan bahwa narapidana dewasa adalah narapidana yang berumur lebih dari 21 tahun. Narapidana Pemuda adalah mereka yang berumur antara 18 sampai dengan 21 tahun. Sedangkan Narapidana Anak adalah mereka yang berumur dibawah 18 tahun. Sedangkan berdasarkan Surat Kepala Kantor Wilayah Departemen Kehakiman Wilayah VII DKI Jaya tanggal 18 Pebruari 1984 Nomor : W7.A.UM.01.06.923.84, Lapas Pemuda juga dijadikan tempat penampungan narapidana yang berusia maksimal 27 tahun

Namun penetapan tersebut, pada saat ini  tidak dapat dilaksanakan secara kaku, karena akhir-akhir ini ada kecenderungan  makin meningkatnya jumlah penghuni di wilayah Banten, sehingga Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang  oleh Pimpinan Wilayah di fungsikan sebagai rutan yang notabenenya tidak mengenal pengklasifikasian ditijau dari aspek umum.

Bangunan Lapas Klas IIA Pemuda Tangerang dibuat pada tahun 1924 dan diselesaikan pada tahun 1927. Bangunan ini didirikan di areal tanah seluas 385.420 M2, dengan luas tanah bangunan sebesar 28.610 M2 dan luas bangunan sebesar 10.312 M2. Bentuk bangunan model Kipas, yang terdiri dari 6 (enam) blok yaitu blok A, blok B, blok C, blok D, blok E, dan blok F sebanyak 120 kamar yang sudah direnovasi dengan kapasitas 1.251 orang sesuai Standar Minimum Rules (SMR)

Sistem penguncian menggunakan sistem gerendel terpusat artinya setiap deretan kamar memanjang menggunakan satu gerendel dengan satu gembok kunci. Dilihat dari fungsinya sistem penguncian yang demikian sangat efektif untuk mencegah adanya pengeluaran penghuni secara tidak sah pada malam hari. Karena apabila seorang petugas ingin mengeluarkan satu orang penghuni maka resikonya akan membuka semua pintu kamar. Dengan demikian resiko yang akan diambil oleh seorang petugas pun akan sangat  berat.

Sarana penerangan menggunakan aliran listrik dari PLN dan generator/diesel listrik sebagai cadangan. Sarana air mandi/minum menggunakan air sumur dan PAM. Sarana pendidikan terdapat 2 (dua) lokal kelas, perpustakaan satu lokal,ruangan kantor satu lokal,  3 ( tiga ) ruangan untuk Kamar Hunian Warga Binaan serta ruangan Wihara,Gereja,dan masjid At Taubah.

Selama ini seluruh bangunan telah mengalami renovasi masing-masing blok pada tahun anggaran : 1989/1990, 1990/1991, 1994/1995 , 1999/2000, thn 2007, thn 2008, thn 2009 dan tahun 2016.

 

Hubungi Kami

Jl. Lapas Pemuda No. 1
Kel. Pabuaran Tangerang 15118
Telp: 021 5523443, 55769509

Facebook Twitter Instagram Google Plus

Statistik Pengunjung

Hari iniHari ini75
KemarinKemarin118
Minggu iniMinggu ini947
Bulan iniBulan ini3093
TotalTotal51332